Sewa Proyektor JogjaFungsi proyektor pada praktiknya memang dipakai untuk kebutuhan visual multimedia. Untuk kebutuhan di rumah, kamu bisa memutar film atau video bersama keluarga atau pun teman. Tetapi, apa yang menjadi perbedaan dari proyektor sinema dengan proyektor rumah? Berikut ini perbedaannya.

Sebagian orang mungkin juga senang menikmati film di rumah bersama keluarga daripada menonton di bisokop. Selain tidak perlu macet-macetan, aktivitas ini jauh lebih menyenangkan dan membuat suasana bersama keluarga jadi lebih hangat. Oleh karena itu, diciptakanlah proyektor yang khusus digunakan di rumah sebagai home theater.

Semakin pesatnya teknologi digital multimedia, para produsen film-film dunia saat ini mulai mengalihkan teknik produksi film ke format digital. Hal ini semakin memaksa bioskop konvensional yang terbiasa menggunakan film seloluid 35 mm untuk mengkonversi ke proyektor digital atau yang disebut DCP (Digital Cinema Package). Teknologi ini kemudian diaplikasikan pada proyektor jenis sinema.

Proyektor rumahan biasanya menggunakan teknologi DLP (Digital Light Proses). Dengan ‘kaca kecil-kecil tajam’, proyektor ini menghasilkan akurasi warna dan kontras tinggi yang indah dan jelas. Teknologi ini menghasilkan efek pelangi (rainbow effect) yang membuatnya akan mengganggu jika digunakan saat presentasi.

Sementara itu, proyektor sinema menggunakan teknologi DCP. Keuntungan teknologi ini mampu menekan biaya produksi, terutama bagi si pembuat film. Karya mereka dapat langsung diproses atau diputar tanpa harus diubah lebih dulu ke format seluloid.

Sebenarnya untuk apa fungsi proyektor di rumah? Pada umumnya fungsi proyektor adalah sebagai sebagai hiburan, maka fungsi proyektor ini pun lebih banyak dibuat untuk mendukung kegiatan menonton video. Optik yang sederhana pada proyektor rumahan memberikan cara kerja yang efektif untuk menghasilkan kontras rasio gambar yang lebih tingi dibandingkan kontras rasio pada proyektor biasa.

Berbeda dengan DLP pada proyektor rumahan yang mampu membagi cahaya menjadi 1 elemen saja. Perpindahan gambar yang cepat membuat kualitas video pada DLP sangat baik dibandingkan LCD yang perpindahan gambarnya sering terjadi delay.

Baca Juga : Ketahui 5 Hal Ini Sebelum Membeli Proyektor Portable

Sementara itu, proyektor sinema yang memang mengusung kualitas proyeksi standar bioskop itu harus punya intensitas cahaya lebih terang. Biasanya intensitas cahaya berkisar di atas 25000 lumen, sementara proyektor untuk presentasi biasanya hanya berkisar di angka 2000-4000 lumen.

Selain itu, proyektor sinema juga sudah mengakomodasi teknologi IMAX digital yang merupakan sebuah format film dengan layar lebar.

Standar layar IMAX adalah 22 meter lebar dan 16 meter panjang (72,6 x 52,8 kaki). Teknologi ini dikembangkan oleh IMAX Corp pada 1970, menggunakan pita seluloid 70 mm yang dijalankan secara horizontal, sehingga lebar pita tersebut merupakan bagian tinggi dari frame.

Pada format 70 mm lainnya, lebar pita tersebut adalah lebar dari frame gambar. Setiap frame lebarnya 15 perforasi (lubang-lubang pada bagian pinggir pita seluloid).

Area gambar pada format IMAX lebarnya 70mm dan tingginya 52mm. Aspect-ratio 1:1,44 (hampir sama dengan aspect ratio TV tabung yg 1:1,33 atau 4:3). Ukuran frame 15/70 hampir sembilan kali frame 35mm. Proyektor IMAX 15/70 menggunakan lampu Xenon 15.000 watt agar dapat menerangi layar berukuran amat-sangat besar.

Itulah beberapa perbandingan antara proyektor sinema dengan proyektor rumah. Tentu saja utuk harga dari proyektor tersebut bisa dibilang lebih mahal dari proyektor-proyektor pada umunya, tetapi hal itu sebanding dengan fitur yang akan kalian dapatkan. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *